Forum Kerukunan Umat Beragama Gelar Ngopi Bareng Bahas Isu Kekinian dan  Persiapan  Kawasan Pecinan dan Melayu

Sungailiat, portalbabel — Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Kabupaten Bangka menggelar acara Ngopi Santai Bareng di Warkop Alan, di sebelah  Kantor DKP Pemkab Bangka pagi ini Jum’at (17/06/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta pengurus PWI dan wartawan.

 

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Asep, hadir dan menyampaikan sejumlah pesan terkait kerukunan, persiapan peringatan kemerdekaan, hingga penataan ekonomi dan kawasan di Bangka, juga Masalah panjang nya antrian BBM.

 

Dalam sambutannya, Asep mengapresiasi kehadiran seluruh tokoh lintas iman. Mulai dari tokoh Islam seperti Pak Haji Husin, komunitas gereja, tokoh pemuda, Hindu, hingga Konghucu.

 

“Kita hadir di lintas Agama karena agama beragam di kita. Ini luar biasa pagi ini. Ayo kita jalin ukhuwah, ikatan harmoni diantara umat beragama,” ujar Asep.

 

 

Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Menurutnya, harmoni bukan hanya soal tidak mengganggu, tetapi juga saling menghargai.

 

Memasuki akhir Juli menuju Agustus, Pj. Sekda Bangja mengajak semua pihak menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.

 

“Tahun ini saya gas pokoknya harus ada. Karena tahun kemarin ternyata tidak ada pesta masyarakatnya, tidak ada pawai, tahun ini kita pastikan kita semarakkan HUT Kemerdekaan Ri dengan meriah” ungkapnya.

 

Ia mempersilakan FKUB dan elemen lintas agama untuk ikut berkreasi di jalan bersama masyarakat saat peringatan nanti.

 

Pj. Sekda Bangka juga menyoroti Ekonomi dan Aktivitas di Kawasan Jelitik termasuk panjangnya antrian di SPBU dan aktivitas PT GML dan menyinggung masalah IUP tambang timah di kawasan Jelitik.

 

Plt Sekda memaparkan rencana penataan beberapa kawasan di Bangka, akan ditetapkan pusat penggerak ekonomi masyarakat Kawasan Pecinan Harmoni dan kawasan melayunya melalui Peraturan Bupati ada juga untuk tempat pengobatan tradisional dan modern.

 

Asep juga memaparkan rencana pembongkaran pasar KITE pada 2027 untuk diubah menjadi konsep modern.

 

Ia juga menyinggung janji program minapolitan kawasan pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat. Lahan puluhan hektar disebut sudah diserahkan ke Kementerian Kelautan, namun pengembangannya tidak berlanjut.

 

“Bayangkan kita yang menyerahkan puluhan hektar lahannya untuk minapolitan dan aset pelabuhannya punya kita kita serahkan semua. tapi sekarang kita mau gunakan aset kita ( Pasar Senggol) kita yang harus minjam dan sewa ke mereka,” ujarnya.

 

Ia berharap hal ini menjadi perhatian. Ada wacana area tersebut akan masuk dalam rencana proyek penambangan besar, namun masih sebatas konsep dan menunggu kepastian dari pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *