Sempat Stop Seminggu, Kini Tambang Timah Diduga Ilegal Di DAS Kampung Nelayan Sungailiat Beroperasi Kembali Disinyalir Dulah Sang Kordinator

Sungailiat, portalbabel — Puluhan penambang sebelumnya stop aktivitas menambang Timah di Alur sungai Nelayan Satu dan dan Nelayan 2 Jenis Ponton PIP usai masyarakat lapor Call Center Polri 110 kini penambang mulai lakukan penambangan kembali yang di sinyalir Dulah warga Kampung Nelayan sebagai aktor Pengkondisian Kordinasi.

 

Dari keterangan Masyarakat yang tidak mau disebutkan dalam pemberitaan Sebanyak 15 ponton tambang timah jenis gerbox yang diduga beroperasi ilegal di daerah aliran sungai (DAS) di Jalan Laut, Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang merupakan akses nelayan melaut kini alur nelayan 1 dan nelayan 2 akan terjadi pendangkalan akibat pelaku tambang.

 

” Kita sudah melaporkan kepada APH, namun tidak ada tindakan dari Satpolairud untuk memberikan tindakan tegas karena sudah menggangu Fasilitas Umum di DAS nelayan 1,” kata salah satu masyarakat di lokasi tambang kepada tim media Portalbabel Sabtu (24/10/2026)..

 

Berdasarkan keterangan masyarakat di lokasi tambang warga setempat mengatakan sang kordinator Dulah memiliki ponton dan ikut menambang, di DAS Nelayan.

 

“Itu Ponton yang atap warna hijau milik Dulah, dan kebal hukum. tidak ada aparat yang berani karena sudah kordinasi dengan APH,” ungkapnya.

 

Dia juga meyakini sang kordinator Yang menghimpun dana mingguan perponton satu juta untuk uang kordinasi Aparat berbaju Biru Tua.

 

“Kalau tidak ada uang kordinasi masuk ke APH pasti sudah di Razia dan diamankan, namun sampai saat ini para penambang masih leluasa menambang di Area DAS Kampung Nelayan,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Tim masih berupaya menghimpun informasi dan melakukan konfirmasi kepada Polres Bangka terkait mengenai dugaan aktivitas tambang timah ilegal, kerusakan lingkungan, serta dugaan keterlibatan oknum anggota membekingi Tambang Ilegal di DAS kampung Nelayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *