Investigasi PBB: Prajurit TNI Gugur Ditembak Tank Merkava Pasukan IDF
Lebanon, portalbabel — TNI menyatakan salah satu tentara (Prada Farizal Rhomadhon) gugur terkena tembakan artileri (mortir) dari tank pasukan pendudukan Israel (IDF) disebut jadi penyebab gugurnya prajurit TNI anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Hal ini terungkap dari investigasi sementara PBB. Rabu (1/4/2026)
The Times of Israel melansir bahwa penjaga perdamaian tersebut terbunuh pada Minggu malam ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya “meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.”
Sumber di PBB kemudian mengatakan bahwa penyelidikan telah menunjukkan bahwa tembakan berasal dari sebuah tank Merkava Israel, dan menambahkan bahwa “puing-puing dari peluru tank telah ditemukan” di lokasi tersebut.
Sedangkan pihak TNI melansir, Praka Farizal Romadhon, seorang prajurit TNI dilaporkan gugur akibat serangan artileri di Lebanon Selatan pada Ahad (29/3/2026).
Serangan tersebut menghantam area Indobatt UNP 7-1 di Kota Adshit Al-Qusyar, tempat Praka Farizal bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel Inf Mustafa Kamal, Praka Farizal Rhomadhon adalah anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa proses administrasi pemulangan jenazah Praka Farizal ke Indonesia sedang dilakukan dengan bantuan KBRI Beirut. Jenazah saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ).
TBI menyatakan masih menunggu hasil investigasi UNIFIL untuk mendapatkan informasi lengkap terkait serangan tersebut. Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa intensitas konflik yang meningkat di wilayah tersebut menjadi latar belakang terjadinya serangan artileri ini.
Praka Farizal Rhomadhon bergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon sejak April 2025 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Mei 2026
Sementara pada Senin, UNIFIL mengatakan “ledakan lain yang tidak diketahui asal usulnya” menghancurkan kendaraan penjaga perdamaian, menewaskan dua tentara Indonesia lainnya, dan penyelidikan juga telah diluncurkan atas insiden tersebut.
Sementara IDF mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan tersebut adalah bom Hizbullah, dan PBB juga mengatakan temuan awal mengindikasikan bahwa ledakan tersebut adalah bom pinggir jalan.
IDF kerap melakukan penyangkalan terhadap serangan mereka yang dianggap merupakan kejahatan perang. Tak jarang juga, investigasi kemudian membuktikan sebaliknya.
Militer Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki dua insiden mematikan tersebut untuk “menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF.”
“Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di wilayah pertempuran aktif,” kata pihak militer, seraya menambahkan bahwa “tidak boleh diasumsikan bahwa insiden-insiden yang melukai tentara UNIFIL disebabkan oleh IDF.”
Sepuluh negara Eropa, termasuk Perancis dan Inggris, mendesak semua pihak untuk menjamin keamanan UNIFIL. “Kami mendesak semua pihak, dalam keadaan apa pun, untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan lokasi UNIFIL, sesuai dengan hukum internasional,” kata menteri luar negeri Belgia, Kroasia, Siprus, Prancis, Yunani, Italia, Malta, Belanda, Portugal dan Inggris, serta diplomat utama Uni Eropa, dalam pernyataan bersama.
